Featured Posts

Bandar bola - Brendan Rodgers: Football Pintar ataupun... Masih ingat plakat yg selalu dibawa fan lawan ketika Manchester United bertanding musim lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase "Football Genius" di sebelahnya. Sayangnya, itu sedikit...

Read more

Game online bola kaki - Ilmu sejarah oleh Trivia Piala... Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yg gak demi menggembirakan. Gak lambat selesai kelahirannya, resesi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke segala negara, tergolong Asia Tenggara. Belum lagi getaran politik...

Read more

Website judi online - Prancis Tundukan Swedia 1-0 Prancis mengontrol Swedia di perkelahian friendly pada Stade Velodrome. Tapi gara-gara gaya oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu sampai dengan menit ke-84 bagi memastikan kemenangan...

Read more

Bola tangkas gratis - Instinct Hunt: Selebrasi Dua... Udah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salahsatu sepatu yang tampil tonggak berarti di dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau....

Read more

  • Prev
  • Next

Bandar bola – Brendan Rodgers: Football Pintar ataupun Hanya Beruntung?

Category : 338A

Masih ingat plakat yg selalu dibawa fan lawan ketika Manchester United bertanding musim lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, itu sedikit pun bukan pujian untuk eks manajer Everton tersebut.test1

“Football genius” alias jenius sepakbola yang dilekatkan di dalam Moyes lebih ialah sindiran akibat hasil-hasil buruk yang diperoleh United sepeninggal Gaib Alex Ferguson. Runtuhnya cengkaman Red Devils pada bawah asuhan Moyes di musim 2013/14 refleks aja ditimpakan pada laki-laki Skotlandia ini.

Musim ini, terdapat 1 orang yang berpotensi dilabeli panggilan itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds selagi ini selagi hancur pada liga & pula Liga Champion. Dr total 13 rivalitas dalam dua ajang itu, Steven Gerrard telah menerima tujuh kegagalan juga 2 kesempatan imbang.

Perolehan tersebut memantul 180 derajat dr pencapaian musim silam di mana Liverpool nyaris menjuarai Premier League pra berakhir di status runner-up. Sedangkan Rodgers merampungkan upah sejumlah 130 juta pound lebih pada bursa transfer. Duit sejumlah ini berubah struktur di dalam rupa sembilan pemain baru Liverpool, dgn 1 di antaranya dipinjamkan balik ke skuad pusat.

Merampungkan uang banyak & terseok-seok pada papan klasemen, Rodgers serta-merta dijadikan bahan olok-olok. Masalahnya musim dahulu mulutnya pernah nyinyir mengkritik Tottenham Hotspur yg menguras lebih atas 100 juta pound namun demikian susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dengan upah belanja lebih dr 100 juta pound, 1 buah kru sepatutnya bertempur di jalur perebutan juara, ” demikian celoteh Rodgers akan halnya Spurs ketika tersebut. Kata-kata yang saat ini memantul kepadanya.

Pekan ke 2 saja Liverpool telah menelan kekalahan. Namun demikian lawan yang dihadapi saat itu, Manchester City, yaitu juara bertahan sekalian diperkuat pemain-pemain mahal, dengan demikian kegagalan pada Etihad Stadium dapat dimaklumi. Tapi demikian Aston Villa, West Ham United dan terakhir Newcastle United dapat menginjak-injak The Reds, bertambah transparan terlihat kalau Rodgers berhadapan masalah.

Blunder Transfer

Orang2 dgn enteng menyatukan melorotnya penampilan Liverpool musim itu dgn penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula kalau menterengnya penampilan Liverpool musim lalu didominasi sama kelakuan El Pistolero. Torehan 31 gol plus sederet assist & kenang-kenangan hukuman yg disebabkan sama akselerasinya menolong Liverpool membuat 101 gol musim yg lalu.

Hengkangnya Suarez ke Barcelona bermakna Liverpool kekeringan tokoh yang berandil mengenai setidaknya sepertiga gol musim dahulu. Namun, menghubungkan melorotnya intensitas Liverpool musim ini semata-mata di hilangnya Suarez tentu aja terlalu mengentengkan masalah. Persoalannya makin dari itu

Ya, penjualan Suarez yakni kehilangan besar untuk Liverpool. Namun, Suarez menghasilkan kas skuad terisi dana segar sejumlah 70 juta pound yg mampu diterapkan Rodgers buat memperkuat regu. Disisipkan penggawa lama serta sejumlah tokoh muda yang dijual murah, Rodgers punya semangat dana banyak sekali untuk belanja tokoh di perniagaan transfer.

Di sinilah letak blunder pertama Rodgers di musim 2014/15. Tatkala membeli di musim panas silam, Rodgers makin menekankan pada stok pemain demi kedalaman regu ketimbang menyumbat kepergian Suarez. Sungguh mengherankan tatkala perniagaan transfer telah hampir habis, tak ada satu striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Hingga dengan hasilnya Mario Balotelli singgah

Game online bola kaki – Ilmu sejarah oleh Trivia Piala AFF: Macan yg Mengaum dari Tenggara

Category : 338A

Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yg gak demi menggembirakan. Gak lambat selesai kelahirannya, resesi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke segala negara, tergolong Asia Tenggara. Belum lagi getaran politik yg melanda sejumlah negeri, turut mengganggu kelanjutan duel tertinggi di Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, usikan tersebut gak berpengaruh banyak. Piala AFF-lah yg lalu kemudian memerankan tonggak berkembang serta meratanya mutu sepakbola dalam Asia Tenggara.

Saat pertama kali muncul, Thailand & Singapura terlihat kuat. Mereka berputar menarik kondisi puncak. Di pembukaan penyelenggaraannya, memiliki jurang kualitas yg sungguh amat lebar antar negeri. Kekuatan sepakbola momen itu masih ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, juga Indonesia. Sementara itu, negara sebagaimana Filipina & Brunei Darussalam sedang acap menjadi bulan-bulanan rival.

Perlahan negara2 dalam Asia Tenggara start melaksanakan penyesuaian. Terjumpa peningkatan mutu dengan bervariasi cara, mulai dr naturalisasi pemain sampai penerapan kompetisi berjenjang yg dikelola dengan sungguh-sungguh. Sekarang, lawan telah menerka Filipina serta Myanmar guna calon juara.

Piala AFF digelar dua tahun sekali. Ini yang menghasilkan pembinaan di negeri-negeri Asia Tenggara seolah tak sempat habis. Tahun ini berlatih, tahun depan bertumbuk supaya mimpi mampu acap diraih.

Sepakbola ibarat magnet yg punya hasil terhadap unsur di luar sepakbola. Maka, memerankan juara di arena terkenal se-Asia Tenggara dengan otomatis hendak mengangkat citra negara.

Dgn status sejajar pertarungan tertinggi, Perhimpunan Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati menghasilkan regulasi baru. Spesial di dalam cabang sports sepakbola di SEA Games, tiap negara hanya larat mengimbuhkan tokoh dengan usia di pangkal 23 tahun. Hukum ini sejalan dgn apa yang diterapkan pada Olimpiade serta Asian Games.

Tatanan tersebut mempunyai dampak substansial buat negeri yang betul-betul melaksanakan pembinaan usia dini. Setiap tokoh muda diuji dalam SEA Games. Peran Sea Games sebagai berarti sejajar ujian mula-mula sekaligus arena memajukan kemahiran bertumbuk tokoh muda di level internasional. Tumpuan alhasil wajar saja bermuara di Piala AFF. Prestasi tinggi di level ini menciptakan mimpi tidak lagi setaraf ilusi, tapi merealisasikannya sampai benar2 tercipta.

Soal cengkeraman hasil serta format pertandingan, Piala AFF mungkin dibagi pada dalam 2 era. Uniknya, era itu terdapat sangkut pautnya dengan sponsor yg punya hak penerapan nama resmi pertarungan.

Piala AFF lahir di 1996 dengan nama “Piala Tiger” maupun “Tiger Cup”. Unsur ini tak lain sebab sponsor persaingan itu yakni produser bir bermerek “Tiger” sumber Singapura. Momen itu, tujuan sepakbola di Asia Tenggara tetap bergumul di Thailand serta Singapura. Thailand dikenal punya potensi pemain berbakat, sementara Singapura begitu benar-benar mengundang iklim sepakbola.

Negeri lain sebagaimana Indonesia, begitu berniat buat mendekatkan gelar internasionalnya. Dalam level senior, timnas Indonesia terakhir kali juara pada SEA Games 1991 yang dihelat dalam Jakarta. Sebab SEA Games gak lagi memerankan pertandingan tertinggi, oleh karena itu semua pelaksanaan sepakbola terfokus pada Piala AFF serta Piala Asia.

Tersedia 1 buah optimisme saat tersebut ketika PSSI mencair pertandingan Perserikatan & Galatama pada 1994. Peleburan itu menggabungkan kesebelasan – pemain yang berdasar pada tradisional kuat berdasar pada penampilan dan ilmu sejarah, dengan skuad profesional yang gak dibiayai APBD. Iklim kompeten kendati start berasa dalam Liga Indonesia kala itu.

Selain itu, PSSI memiliki program jangka lama dgn menyampaikan bibit muda di luar negeri guna menjemput ilmu. Benar-benar, gak seluruh berhasil, akan tetapi sebagian di antara mereka sebagai kunci timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 juga 2002.

Website judi online – Prancis Tundukan Swedia 1-0

Category : 338A

Prancis mengontrol Swedia di perkelahian friendly pada Stade Velodrome. Tapi gara-gara gaya oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu sampai dengan menit ke-84 bagi memastikan kemenangan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menyuguhkan Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis menciptakan kesempatan saat laga menganeksasi menit ke-11 dengan perantara operan dr Paul Pogba yang disambut sepak Layvin Kurzawa, walaupun bola belum akurat ke bahan. Enam menit setelah itu tembakan Pogba juga sedang melambung daripada gawang Swedia.

Prancis merebut kesempatan emas untuk unggul dalam menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac melepaskan operan ke arah Antoine Griezmann di kotak sanksi Albania. Walau demikian perundingan akhir kurang sip daripada Griezmann memproduksi kiper Andrea Isaksson masih mampu mengendalikan bola.

Dua menit selepas tersebut Swedia balik mampu bernafas lega selesai serangan Prancis balik gak berhasil gol. Berasal dari sasaran silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth dan kemudian coba mengenyahkan bola sekalipun si kulit bundar sekiranya menuju ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth dan Swedia, arahnya masih belum betul-betul pas dan sedang melebar.

Swedia kemudian menghasilkan Prancis tersentak 4 menit sebelum diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin dapat menyepak bola pada arah gawang Prancis, menghasilkan kiper Steve Mandanda kudu melakukan penyelamatan dalam dasar mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula sesi ke-2 Isaksson kembali mengayomi gawang Swedia. Kesempatan ini dari usaha Gignac yang menyampaikan operan daripada Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya dalam menit ke-60 dgn menghalangi bola tembakan Griezmann dan kemudian menolak bola tembakan tokoh substitusi Prancis Moussa Sissoko di menit ke-79.

Tapi gawang Isaksson hasilnya jebol pula detik perkelahian menyisihkan enam menit pada waktu normal. Dr sebuah sepak pojok, kiriman bola Griezmann makbul disambut Raphael Varane di tiang dekat utk menaklukkan Isaksson yg periode ini harus mengutip bola atas dalam gawangnya

Semenit selesai tersebut Prancis mendapat kesempatan emas buat menambah keberhasilan selesai wasit menunjuk titik putih akibat handball dari Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju guna menjadi algojo… walau tengah tidak berhasil menyudahi tugasnya setelah mengirim bola mengangkasa daripada target. Gak tersedia lagi gol yang tercipta di sisa waktu.

Hasil itu memproduksi Prancis sudah menanjak tidak terkalahkan pada enam laga berulang-ulang setelah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul menyerupai Spanyol serta Portugal.

Pada perkelahian periode tersebut Les Bleus dicatat ESPN tampak kuat atas Swedia. Selain menang penguasaan bola 64%-36%, Prancis pula mengabadikan enam tembakan jelas bidikan daripada 28 percobaan, berbeda dengan Swedia memproduksi lima tembakan aja di mana cuma 2 di antaranya yg menentang di target.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Bola tangkas gratis – Instinct Hunt: Selebrasi Dua Dekade Predator

Category : 338A

Udah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salahsatu sepatu yang tampil tonggak berarti di dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas menutup petunjuk dua dekade predator dgn memelopori anak teranyar: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak dapat dipungkiri, merupakan salahsatu titik berarti di kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya memang terhitung rada biasa, tapi berdasar pada teknologi sepatu tersebut dapat dibilang sepatu tercanggih saat mula-mula kali diluncurkan.

Prosesi Predator dimulai oleh seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Tamat pensiun, Johnston yg mengulurkan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali pada tanah kelahiran orang2 tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia menghabiskan saat dalam mengatur anak-anak.

Kabarnya dalam satu bagian latihan, Johnston sempat meminta budak asuhnya dalam menendang bola dengan bertambah baik, makin terorganisasi, serta bertenaga. Akan tetapi anak-anak tersebut kesulitan, lalu bersuara dalam Johnston bahwa sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain soalnya sepatu yg dikenakan anak-anak itu berasal dari kulit plus kriteria ketika tersebut sedang hujan.

Jangka itulah Johnston miliki ide guna memungut 1 buah bat pingpong, menjemput struktur karetnya, juga menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya ini setelah itu segera diboyong keluar juga dicoba guna menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu membuatnya semakin mudah mengeloskan kekuatan khusus kala mendepak bola, dan tentu aja sepatunya saat ini mampu kian ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu mengembangkan ide lebih jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yang ringan & fleksibel. Belakangan Johnston juga menambahkan ide lainnya mengenai teknologi sol Traxion yang sampai masa ini digunakan Adidas.

Walaupun demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tak diterima oleh sejumlah perusahaan bagaikan Nike juga Reebok, terlebih lagi Adidas sendiri. Tetapi, setelah berhasil mencetak Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, juga Paul Breitner memakai sepatunya untuk kondisi salju, Johnston berhasil meyakinkan Adidas dalam membeli hak design prototipe itu serta memperoleh 2% daripada seluruh penjualan. Disebut-sebut perlu tempo sampai lima tahun guna meyakinkan kalau idenya bakal berjaya.

Semenjak tatkala itu, sepatu prototipe Johnston beralih menjadi Predator juga memerankan sesi dari histori sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dgn berbagai pengembangan yang dijalani oleh Adidas. Terekam setidaknya ada 14 seri predator yg lahir berikutnya.

Menyusul sukses kemunculan sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas menggalang kembali susunan karet pada sepatu juga lebih banyak menempatkan kulit kanguru demi kepuasan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Lantas berulang-ulang Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), & yg terakhir yakni seri Predator Instinct (2014)

Sbo ibc – \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’Instinct Hunt\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’: Perayaan 2 Dekade Predator

Category : 338A

Sudah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas meluncurkan seri Predator; salah satu sepatu yang terlaksana tonggak krusial untuk teknologi sepatu sepakbola, pun satu yg terpopuler di jagat lapangan hijau. Adidas menutup teguran dua dekade predator dgn mengeluarkan anak terbaru: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak mampu dipungkiri, merupakan salah satu titik bermanfaat pada perkembangan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar-benar terhitung rada sederhana, akan tetapi berdasar pada teknologi sepatu tersebut bisa dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Perjalanan Predator dimulai sama seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Tamat purna bakti, Johnston yang mengantarkan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia menghabiskan waktu untuk mengatur anak-anak.

Kabarnya pada satu bagian kursus, Johnston sempat memohon budak asuhnya bagi menendang bola dgn lebih baik, lebih terkendali, & energik. Tetapi anak-anak tersebut kerumitan, kemudian berkata dalam Johnston jika sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain karena sepatu yang digunakan anak-anak ini dibentuk atas kulit plus keadaan saat tersebut sedang hujan.

Selagi itulah Johnston miliki ide buat menjemput sebuah bat pingpong, mengambil permukaan karetnya, & menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya itu lantas segera diboyong menongol & dicoba bagi menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet di dalam sepatu membuatnya bertambah ringan menyampaikan kekuatan khusus kala menyepak bola, dan tentu aja sepatunya masa ini mampu lebih ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton setelah itu menyebarkan ide kian jauh, menggabungkan karet dengan kulit kanguru yang ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston juga menginvestasikan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yang sampai kini digunakan Adidas.

Meskipun demikian, sepatu prototipe Johnston mulanya tak diterima oleh sekitar industri bagaikan Nike dan Reebok, terutama Adidas seorang diri. Tapi, setelah sukses merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, dan Paul Breitner mempergunakan sepatunya dalam kriteria salju, Johnston sukses meyakinkan Adidas bagi membeli hak desain prototipe ini serta mendapatkan 2% dr segenap penjualan. Disebut-sebut perlu waktu sampai lima tahun bagi memastikan kalau idenya hendak sukses.

Semenjak kala ini, sepatu prototipe Johnston meloncat jadi Predator serta sebagai unit atas cerita sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dgn bervariasi pengembangan yg dilakukan sama Adidas. Tercatat setidaknya terdapat 14 seri predator yang lahir berikutnya.

Menyusul berjaya kelahiran sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir di 1995. Adidas mengundang balik kerangka karet di sepatu serta semakin banyak menghasilkan kulit kanguru demi kepuasan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Lalu kemudian berderet-deret Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), serta yg terakhir ialah seri Predator Instinct (2014)

Situs Online Judi – Belanda Tumbangkan Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Category : 338A

Belanda mempreteli tiga angka untuk kelompok keempatnya di kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyervis Latvia, Belanda berpesta setengah lusin gol dgn kemenangan total 6-0.test1

Pada Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) dinihari WIB, Robin van Persie mengawali acara gol Belanda untuk Latvia di menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keberhasilan tuan rumah di menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar membuat Oranje menganeksasi paruh waktu dgn keunggulan 3-0.

Pada sesi kedua, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menambah keberhasilan Belanda. Robben, yg terlihat meriah sejauh laga, lalu menggelar gol keduanya dalam menit ke-82, sebelum Huntelaar menutup perjamuan gol Belanda dua menit saat berakhirnya tempo normal.

Perolehan itu mengakhiri susunan 2 kegagalan berturut-turut Belanda yg pra tersebut kalah 0-2 dari Islandia di partai kualifikasi juga setelah itu 2-3 daripada Meksiko pada partai friendly.

Impak ini memproduksi Belanda sekarang mengoleksi enam nilai dari empat pertarungan, guna duduk di status tiga klasemen Grup A dalam pangkal Republik Ceko oleh Islandia yang sama-sama memiliki 9 poin dan baru 3 kali bermain–keduanya juga akan bersomplokan subuh ini.

Sementara Latvia membungkam dalam posisi 4 dengan raihan dua poin kinerja dari 2 kesempatan sama mata & 2 kali kalah.

Robin van Persie langsung membuat Belanda memimpin saat laga baru melintas enam menit. Satu buah sodoran umpan silang dr Arjen Robben dengan jitu disambut tandukan Van Persie ke arah tiang jauh.

Enam menit setelah itu Robben balik merongrong kelompok pertahanan Latvia. Ia makbul menelan celah serta menembak, walau bola belum tertuju ke sisi incaran.

Bisnis Latvia menyahut belum mendatangkan perolehan. Operan atas Aleksandrs Fertovs betul-betul dapat diteruskan Valerijs Sabala dgn sundulan, sekalipun haluan si kulit bundar tetap melenceng daripada gawang Belanda.

Gol ke 2 di dalam kompetisi kemudian lahir di menit ke-35, kembali guna belanda, dan dr kombinasi yang serupa semacam gol sebelumnya kendati dengan keikutsertaan yg bertentangan. Robben menghalangi bola di kanan juga lalu kemudian bekerja sama satu-dua dgn Van Persie sebelum mencopot sepakan jitu yg gak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum waktu diturunkan minum Belanda balik menaikkan keunggulannya bagi Latvia. Dr sisi kiri Ibrahim Afellay mengoper bola ke depan gawang, utk disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan hati-hati walau ada di dasar bimbingan pemain lawan.

Keunggulan Belanda terkini kembali bertambah momen pertentangan mengambil menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi kesempatan ini dengan mengirimkan sepak sudut Wesley Sneijder dalam lalu disambar Jeffrey Bruma guna menciptakan gol keempat Belanda.

Delapan menit menjelang bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru beberapa menit merasuk mengirim Van Persie mengeloskan bola ke arah Robben yang lalu kemudian sekali lagi memampangkan kiprah individunya sebelum memaksa kiper Kolinko mengakui bola dr di gawangnya untuk periode kelima pada perjuangan.

Online judi – Italia vs Kroasia Usai Draw

Category : 338A

Italia pernah unggul terlebih dulu bagi Kroasia lewat Antonio Candreva. Tapi keberhasilan gak bertahan lama yang mana Ivan Perisic mendirikan gol penyama posisi. Kedua team pun berbagi 1 angka dgn skor 1-1.test1

Kompetisi Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg beredar di San Siro, Senin (17/11/2014) subuh WIB itu berproses terbuka. Kroasia semenjak pembukaan merealisasi pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mencoba, melaksanakan terjangan gesit lewat ke 2 sayap.

Italia sanggup handal bertambah dahulu melalui sepak Candreva di menit ke-11. Akan tetapi keberhasilan Gli Azzurri gak bertahan lama sehabis Perisic menyepadankan posisi dalam menit ke-15.

Pada putaran ke-2, Kroasia bertambah keras & makin dominan di penguasaan bola. Sementara Italia sanggup menggebuk melalui hantaman balik tangkas. Hanya saja ke 2 kesebelasan tak berjaya mendirikan gol tambahan hingga rivalitas selesai.

Pertengkaran itu pernah dihentikan lebih kurang 10 menit saat mencengkeram menit ke-72. Tadinya kembang api menghujani lapangan, gak lama lewat keributan terkabul di tribun front pendukung Kroasia. Setelah keadaan kembali kondusif, wasit ambil keputusan lanjutkan pertandingan.

Dgn perolehan seri itu, Kroasia serta Italia sedang menunggangi status satu-dua Grup H secara berurutan dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 atas empat laga. Di simpulan keduanya yaitu Norwegia dengan sembilan angka, yg di pertengkaran lain menang tipis 1-0 kepada Azerbaijan.

Sementara itu Bulgaria main imbang 1-1 kontra Malta. Secara habis-habisan Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyudahi stan jabatan 4-6

Ivan Rakitic melepaskan depakan keras dr luar kotak penalti pada menit ke-6. Namu Gianluigi Buffon beserta sigap menghalangi. Tiga menit bersela, giliran Luka Modric mengerjakan percobaan, juga kandas di tangan Buffon.

Lebih dulu terjepit, Italia tambahan pula mengambil keberhasilan di menit ke-11. Berasal dr aksi Simone Zaza di dalam tempat penalti. Selesai tembakannya diblok bek, bola cermin yg balik di dalam penguasaan Zaza lantas disodorkan pada Antonio Candreva dalam depan kotak sanksi.

Candreva lewat mengarahkan tembakan keras ke pojok kiri gawang dan tak bisa dihentikan Danijel Subasic.

Namun demikian keunggulan ini gak bertahan lama. 4 menit lalu kemudian, Kroasia menyamakan tingkat. Ivan Perisic melaksanakan tusukan di sisi kiri serta berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yang sebenarnya mengarah akurat ke Buffon. Namun perkiraan sang kiper kurang baik oleh karena itu bola melewatinya & masuk ke gawang.

Italia mencebloskan 1 buah kesempatan bagus pada menit ke-34. Via gempuran segera, Roberto Soriano melepaskan sasaran silang dr kanan menentang ke Mattia De Sciglio yang gak terkawal dalam deket tiang jauh. De Sciglio mengetes menerima bola dengan terjangan voli, tetapi menyimpang.

Welbeck Dua Gol, Inggris Cukur Slovenia 3-1

Category : 338A

Inggris sempat ketinggalan bertambah dulu di dalam persaingan melawan Slovenia. Tapi, The Three Lions sanggup membalikkan kondisi & menang dengan skor 3-1. Danny Welbeck mendermakan dua gol utk pasukan tuan rumah.test1

Dalam terusan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris mengendalikan permainan juga banyak menobatkan peluang sejak awal. Tapi, sampai diturunkan minum, skor 0-0 tetap bertahan.

Dalam paruh ke-2, gol bunuh diri Jordan Henderson membawa Slovenia unggul makin dulu. Namun demikian, Inggris melepaskan usaha yang sangat baik. Sesudah menyepadankan posisi dengan perantara sepak terjang hukuman Wayne Rooney, mereka memastikan keunggulan lewat 2 gol Welbeck.

Kemenangan itu membuat Inggris pada posisi tertinggi klasemen sementara Grup E dengan poin 12 atas empat pihak. Slovenia langsung di bawahnya dengan skor enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama pada laga ini jadi milik Slovenia. Jasmin Kurtic mengoper sasaran lambung yg disundul Andraz Kirm. Tapi, sundulan Kirm dengan mudah ditangkap Joe Hart.

Inggris baru bisa memberikan bahaya di menit ke-17 dengan daya Raheem Sterling. Sterling yg jadi umpan dr Rooney melepaskan sepakan kaki kanan, tetapi arahnya sedang menyimpang.

Berselang empat menit, giliran Rooney yang meraih kesempatan. Rooney menyambut bola dari Welbeck dengan depakan voli, yang masih membubung di atas mistar.

Welbeck membuang kesempatan yang dia terima di menit ke-30. Meskipun dia tak terkawal, sundulannya mengirimkan umpan silang Sterling tetap melenceng.

Usaha Welbeck di dalam menit ke-37 juga belum mengundang gol guna Inggris. Sepakannya dr luar kotak hukuman melayang.

Hingga berakhirnya sesi perdana, kedua pasukan sama-sama tak sanggup menggelar gol. Skor 0-0 tetap bertahan.

Rooney menebarkan gertakan pada gawang Slovenia di dalam awal ronde kedua, tepatnya menit ke-48. Dia menyengguk bola dampak sepak pojok Adam Lallana, namun demikian arahnya masih melebar.

Walaupun lebih besar menyusun peluang, Inggris tertinggal makin dulu. Gol Slovenia adalah kinerja gol bunuh diri Henderson pada menit ke-57. Bermakna mengiris umpan silang Kirm, Henderson sekiranya membelokkan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tetapi, keberhasilan Slovenia ini tidak bertahan lama. Pada menit ke-59, Inggris menyandingkan tingkat melalui sepak terjang penalti Rooney. Hadiah sanksi itu dikasih sama wasit sehabis Bostjan Cesar melanggar Rooney di wilayah terlarang.

Inggris berjaya membalikkan kondisi saat kompetisi berusia 66 menit. Berakar dr tembakan Lallana atas sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound mengarah ke Welbeck, yg langsung menyambarnya utk meretakkan gawang Slovenia.

Welbeck kembali menempatkan namanya pada papan skor enam menit setelah itu. Penggempur Arsenal itu tampil umpan satu-dua dgn Sterling sebelum mengalahkan Handanovic lewat depakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan tersebut berhasil dipertahankan Inggris hingga peluit panjang berbunyi. Mereka pun menarik tiga nilai di dalam kompetisi ini.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Welbeck Dua Gol, Inggris Cungkirbalikan Slovenia 3-1

Category : 338A

Inggris sudah tertinggal lebih dulu dalam kompetisi menggulung Slovenia. Namun, The Three Lions bisa membalikkan kondisi juga unggul dgn skor 3-1. Danny Welbeck menghadiahkan dua gol bagi pemain tuan rumah.test1

Dalam terusan Kualifikasi Piala Eropa 2016 di Wembley, Minggu (16/11/2014) subuh WIB, Inggris mendominasi pertunjukkan juga banyak menobatkan kesempatan semenjak awal. Namun demikian, hingga diturunkan minum, skor kacamata masih bertahan.

Di dalam babak ke 2, gol bunuh diri Jordan Henderson mengangkat Slovenia memimpin bertambah dulu. Namun demikian, Inggris menyampaikan sahutan yg begitu baik. Sehabis menyeragamkan kedudukan melalui sepakan sanksi Wayne Rooney, mereka memastikan kemenangan lewat 2 gol Welbeck.

Kemenangan itu menyelenggarakan Inggris dalam posisi teratas klasemen sementara Grup E dgn poin 12 atas empat partai. Slovenia langsung di bawahnya dengan poin enam.

Jalannya Pertandingan

Peluang pertama di duel tersebut jadi kepunyaan Slovenia. Jasmin Kurtic mengirim umpan lambung yg disundul Andraz Kirm. Tetapi, sundulan Kirm dgn gampang ditangkap Joe Hart.

Inggris baru siap melepaskan ancaman di menit ke-17 via daya Raheem Sterling. Sterling yang meraih umpan dari Rooney mengelakkan tembakan kaki kanan, namun demikian arahnya sedang melebar.

Berjarak 4 menit, kesempatan Rooney yg memperoleh peluang. Rooney menjemput bola atas Welbeck dgn sepakan voli, yang tetap melambung di atas mistar.

Welbeck meninggalkan peluang yg dia dapat pada menit ke-30. Sekalipun dia tidak terkawal, sundulannya mengirimkan umpan silang Sterling masih menyimpang.

Usaha Welbeck di menit ke-37 pula belum mengundang gol utk Inggris. Sepakannya dari luar kotak hukuman melambung.

Hingga berakhirnya episode mula-mula, kedua pemain sama-sama tidak mampu menggelar gol. Skor 0-0 masih bertahan.

Rooney menebar risiko di gawang Slovenia di dalam awal babak ke-2, tepatnya menit ke-48. Dia menanduk bola kinerja sepak pojok Adam Lallana, namun arahnya sedang melebar.

Meski bertambah banyak menobatkan kesempatan, Inggris tertinggal bertambah dulu. Gol Slovenia yakni kinerja gol bunuh diri Henderson pada menit ke-57. Bermakna memotong umpan silang Kirm, Henderson malah menepiskan si kulit bundar ke gawang sendiri.

Tapi, keunggulan Slovenia itu gak bertahan lama. Di dalam menit ke-59, Inggris menyepadankan tingkat melalui sepak terjang penalti Rooney. Hadiah penalti itu dikasih oleh wasit setelah Bostjan Cesar melanggar Rooney di area terlarang.

Inggris mampu membalikkan kondisi tatkala pertarungan berusia 66 menit. Berpangkal daripada tembakan Lallana dari sudut sempit yang dimentahkan Samir Handanovic, bola rebound memfokus ke Welbeck, yang sinambung menyambarnya guna menumbangkan gawang Slovenia.

Welbeck balik mencatatkan namanya di papan skor enam menit lalu kemudian. Penggempur Arsenal ini tampil umpan satu-dua dengan Sterling sebelum mengalahkan Handanovic lewat depakan kaki kanannya. Inggris pun memimpin 3-1.

Keunggulan ini berhasil dipertahankan Inggris hingga peluit panjang bersuara. Mereka pun menarik tiga nilai pada perjuangan ini.

Susunan Pemain

Inggris: Hart; Clyne, Wilshere, Henderson, Sterling (Oxlade-Chamberlain 84′); Jagielka (Smalling 89′), Cahill, Gibbs; Lallana (Milner 79′), Rooney, Welbeck

Slovenia: Kurtic (Rotman 75′), Mertelj, Birsa (Lazarevic 62′), Kirm (Ljubijankic 77′); Handanovic; Brecko, Cesar, Ilic, Struna; Kampl; Novakovic

Taruhan online – Inggris Vs Jerman, Lebih dr Duel Persaudaraan

Category : 338A

Inggris akan menyuguhkan Jerman untuk kompetisi uji coba pada Stadion Wembley, Selasa (19/11/2013) tempo setempat atau pun Rabu (20/11/2013) dini hari WIB. Walaupun berjulukan perjuangan uji coba, kedua team menyiapkan diri guna unggul.test1

“Aku betul-betul bahagia main di dalam hari Selasa. Itulah sebabnya kami di sini, khususnya melawan Jerman. Mereka yakni saingan kami, nggak pada cara yang meresahkan, soalnya kami meraup rasa hormat di mereka. Namun demikian kami ingin menundukkan mereka, ” kata Frank Lampard, Minggu (17/11/2013).

“Enggak ada sebab pertarungan melawan Jerman yaitu pertengkaran pertemanan. Ada penuh asal usul juga itu sudah seharusnya. ”

Bersuanya Inggris dan Jerman nanti malam termasuk yg pertama dalam 3 tahun. Terakhir, keduanya berjumpa di perdelapan final Piala Dunia 2010, yang berakhir 4-1 untuk Jerman.

Dalam duel tersebut, Lampard mengelakkan tembakan sampai bola melewati garis gawang, namun demikian dianulir. Menurut wasit bola kinerja tembakan Lampard belum menguasai garis gawang.

“Ini udah menciptakan reformasi pada sepak bola di mana kami mendapatkan teknologi strip gawang sejajar bonus, ” omongan gelandang Chelsea ini.

“Tapi hal itu mengecewakan sebab itu (jika golnya disahkan) akan mengubah permainan. Kami menongol pada putaran kedua saat 2-1 dan lalu kemudian menggesek mistar. Aku mengerti itu. ”

Sementara tersebut, sejumlah idola Jerman menyuarakan kalau kejadian itu merupakan karma atas peristiwa saat final Piala Dunia 1996.

Tatkala itu, bola hasil tendangan penggempur Inggris Geoff Hurst yg di dalam rekaman video sama sekali belum melewati garis gawang Jerman yang dijaga Hans Tilkowski, disahkan sama wasit.

Inggris sudahnya menang 4-2 melalui sesi tambahan waktu, selesai sebelumnya sepanjang 90 menit ke-2 skuad bermain seri 2-2. Inggris kendati menyudahi gelar juara dunia mereka yg sebagai gelar satu-satunya zona Ratu Elizabeth di turnamen besar sampai sejauh ini.

Siaran langsung

Global TV, Rabu (20/11/2013) pukul 03.00 WIB

Prakiraan susunan pemain

Inggris: Joe Hart; Ashley Cole; Tom Cleverly, Frank Lampard, Adam Lallana, Gary Cahill , Cris Smalling , Phil Jagielka, Jermaine Defoe, Wayne Rooney; Daniel Sturridge

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih : Roy Hodgson

Jerman: Roman Weidenfeller; Lars Bender, Marco Reus, Draxler, Per Mertesacker, Matt Hummels, Marcell Jansen, Philipp Lahm; Toni Kroos, Andre Schürrle; Maximilian Kruse

Formasi: 4-2-3-1

Pelatih: Joachim Loew

Rekor pertemuan

27-06-2010 Jerman 4-1 Inggris

19-11-2008 Jerman 1-2 Inggris

22-08-2007 Inggris 1-2 Jerman

01-09-2001 Jerman 1-5 Inggris

07-10-2000 Inggris 0-1 Jerman

Lima pertandingan terakhir

Inggris: M-S-S-M-K

Jerman: M-M-K-S-S