Featured Posts

Agent betting online - Visi pada mencari sumber penghidupan. Liga sepakbola di Myanmar mulai dari menunjukkan perbaikan di dalam sejumlah tahun belakangan. Tidak heran seandainya kru nasional U-19 mereka belakangan menanjak atau nantinya kru senior tampil rupawan...

Read more

bola indonesia - Lubang Hitam Arsenal & Manchester... Utk mengerti Arsene Wenger, kita butuh melihatnya dgn segi seorang sopir taksi. Tips menyetirnya bukan yang terhebat serta kerap salah di menangkap ketetapan. Wawasan soal arah jalan pun gak mutakhir sehingga...

Read more

Taruhan online - Jalan Jauh dalam David Moyes Jalan paling panjang yang bisa ditempuh seseorang sanggup tampil bukanlah jalan pulang menumpu rumah yang dirindukan atau jalan menuju mimpi yg diidam-idamkan. Sanggup menjadi jalan dalam mengedit nama...

Read more

Bandar bola - Brendan Rodgers: Football Pintar ataupun... Masih ingat plakat yg selalu dibawa fan lawan ketika Manchester United bertanding musim lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase "Football Genius" di sebelahnya. Sayangnya, itu sedikit...

Read more

Game online bola kaki - Ilmu sejarah oleh Trivia Piala... Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yg gak demi menggembirakan. Gak lambat selesai kelahirannya, resesi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke segala negara, tergolong Asia Tenggara. Belum lagi getaran politik...

Read more

  • Prev
  • Next

Agent betting online – Visi pada mencari sumber penghidupan.

Category : 338A

Liga sepakbola di Myanmar mulai dari menunjukkan perbaikan di dalam sejumlah tahun belakangan. Tidak heran seandainya kru nasional U-19 mereka belakangan menanjak atau nantinya kru senior tampil rupawan dalam Piala AFF 2014. Pertarungan sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ tersebut memanglah selagi menyusun.test1

Tahun 1996 terdaftar memerankan awal dimulainya liga sepakbola dalam Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga ini berjalan selama 13 tahun sampai dengan lalu kemudian habis pada tahun 2009.

Mengingat penetapan strategi Myanmar detik ini, oleh karena itu klub-klub peserta liga pun pula tak pemain gegabah. Semenjak tahun 1962 sampai 2011, Myanmar ada dalam pasungan penguasa yg otoriter. Yg amat kritis ialah junta militer mulai 1997 sampai 2011. Menuakan situasi tersebut, sejumlah gede berkandang di Yangon –ibukota Myanmar sebelum pindah ke Nay Pyi Taw, & yakni milik kementerian pemerintah dan hanya beberapa skuad swasta.

Di dalam masa waktu itu, kesebelasan nasional Myanmar kendati seakan sulit berprestasi. Mereka tak pernah mengambil piala, lebih dari itu di arena regional Asia Tenggara. Raihan terhebat Myanmar hanyalah jadi semifinalis Piala AFF di tahun 2004.

Myanmar National League Jadi Era Baru

Selesai MPL, terdapat liga baru di Myanmar. Liga merembes ke era profesional dengan identitas Myanmar National League (MNL). Saat tersebut, tahun 2009, jadi musim pertamanya.

Di dalam gelaran pertamanya, MNL diikuti untuk delapan skuad trendi. Club tersebut ialah skuad swasta yang hadir bertepatan dengan bergulirnya musim mula-mula kasta tertinggi sepakbola negara yang termashur dengan batu gioknya itu.

Sekitar enam musim MNL melintas, dua club maka penguasa: Yangon United & juga Yadanarbon FC. Keduanya sama-sama tiga kesempatan berhasil menjadi juara MNL.

Ketika gelaran Piala Asia U-19 dalam Myanmar dalam bulan Oktober lalu, detikSport memiliki peluang untuk menyimak salah kandang Yangon United. Bertepatan, pasukan nasional Indonesia U-19 berlatih di kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Jangan bayangkan area Yangon United itu ialah stadion megah. Kalau Anda sempat datang di stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yg bertenaga 15. 000 orang tersebut jauh makin gede. Mutu Yangon United Sports Complex hanya 3. 500 orang.

Lapangan teritori Yangon United berlaga, disewakan utk biasa saat sedang tak dikenakan. Beberapa orang ekspatriat bersama kelompok Myanmar hadir mencari keringat dengan bermain sepakbola. “Kami memang biasa menyewa & main di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dr perusahaan telekomunikasi yang sedang mendirikan jaringan pada Yangon.

Tidak cuma itu, toko merchandise pun juga ada. Ukurannya tak besar benar-benar, cuma kira-kira 6×6 meter. Akan tetapi, barang yg dijajakan betul2 sempurna lengkap. Dr jersey, celana club, kaos kaki, mug, hingga gantungan kunci.

Sponsor kendati pula gak ketinggalan. Suatu perusaahan apparel dr Thailand, Grand Sport, serta pula Asia Green Development Bank (AGD), setia sebagai pengasuh sejak kesebelasan ini hadir tahun 2009 itu.

Satu pujian pula dikasih sama tiap-tiap warga Yangon tatkala tersedia seseorang yg mengenakan jersey resmi pemain. “Jersey resmi Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yang mengamati detikSport menggunakan jesey Yangon United pada salah satu jalan di sekitar Sule Pagoda.

Lumrah kalau klub-klub pada Myanmar harus kreatif bagi mencari dana guna dapat hidup. Omongan dengan seorang sopir taksi, Aung San, siap menjawab pertanyaan tersebut.

“Di Myanmar, kami tidak dapat berutang, gak ada yang namanya pinjaman. Seluruh kudu dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit juga gak diizinkan sama pemerintah, ” ujar pria yang pernah mengembara ke Malaysia tersebut.

bola indonesia – Lubang Hitam Arsenal & Manchester United

Category : 338A

Utk mengerti Arsene Wenger, kita butuh melihatnya dgn segi seorang sopir taksi. Tips menyetirnya bukan yang terhebat serta kerap salah di menangkap ketetapan. Wawasan soal arah jalan pun gak mutakhir sehingga acap kali ia kudu bertanya terlebih dahulu “Mau lewat mana? ” kepada penumpang yg malangnya juga pasrah diboyong ke mana-mana.test1

Kadang kala jalan mengemudinya pun sering membahayakan penumpang soalnya lupa kapan harus menginjak rem. Yang ia tahu cuma mengintensifkan pedal gas. Untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan, sopir taksi yg pandai harus tau gimana tips memilih penumpang. Ia kerap lalai mengelola itu & berhujung di penumpang yg kabur turun dalam jalan sebelum melunasi argo perjalanan.

Akan tetapi Wenger adalah pekerja keras oleh, walaupun dgn semua marabahaya yg tak pernah menyingsing menyertainya, tiap-tiap hari ia senantiasa berjaya menepati bayaran. Tanggung jawab yang diberikan kepadanya tidak pernah kalah ia emban. Pihak manajemen taksi tak terlalu ambil pusing soal penentangan & komplain yang disampaikan karena jalan mengemudi Wenger yg tak lagi relevan pada masa sekarang. Selama jumlah setoran terkabul, mereka gak mempermasalahkan gimana kompetensi sopir mereka di jalan.

Taksi teritori Wenger bekerja tak sempat mengoperasikan sasaran memenangkan penghargaan perusahaan taksi terhebat. Mereka hanya hirau di dalam cashflow and balance yg akan terus berada dalam kondisi stabil sepanjang segalanya yang diminta selalu bisa dikasih.

Akan amat susah bagi mengeluarkan jika segala sesuatu yg diminta sama Arsenal di setiap musimnya makin daripada sepadan masuk ke Liga Champions. Karena bahwa tidak, Wenger sudah didepak dari jauh-jauh hari. Apa boleh buat, standar yg ditetapkan oleh Arsenal cuma segitu serta Wenger enggak pernah gagal masuk ke Eropa.

Lupakan The Professor, soalnya Arsene Wenger yakni The Chauffeur.

Tadinya saya mau merangkaikan Wenger yaitu The Taxi Driver, akan tetapi aku resah Robert De Niro hendak tersinggung. Tak diantaranya Wenger, Travis Bickle tak puas dengan mediokritas.

Setaraf film blockbuster tahun ini, Interstellar hampir gak punya kepribadian antagonis selain Dr. Mann yg diperankan oleh Matt Damon. Kala Cooper oleh Amelia sedang bergaduh garang pada planet mana mereka akan memapah Endurance utk muncul berikutnya, Cooper berdalih kalau Planet Mann ialah lokasi yang mesti mereka tuju sebab menyampaikan petunjuk laporan yg kian menjanjikan dibanding dengan Planet Edmunds, teritori opsi Amelia

Mereka berdua pun memapah Endurance ke Planet Mann cuma buat menemukan kalau selama masa ini Dr. Mann menyampaikan kabar palsu juga peluang kosong akan halnya masa depan umat manusia, semata biar dirinya bisa terselamatkan.

Belum siap dikatakan jika informasi yang sampai Manchester United sejauh itu yaitu petunjuk palsu, namun, mereka sudah hampir separuh musim berada dalam Planet Louis serta mineral pembentuk hasil yg tadinya mereka pikir akan diberikan oleh Van Gaal belum saja tampil.

Serupa semacam Cooper dan Amelia yg bermimpi jika mereka bakal menemukan satelit baru yg seperti pada bumi bagi ditinggali, United juga tadinya mengira jika mereka udah memiliki seseorang yg akan melepaskan sesuatu yang identik pada era Gaib Alex Ferguson. Apa boleh buat, ekspektasi ialah awal dr kehampaan. Gak sedikit fans United yg mengira kalau The Red Devils bakal seketika kembali memerankan kontestan juara Premier League. Namun yg berlangsung, mengacu pada statistik bahkan kala ini Louis van Gaal gak bertambah baik dr David Moyes musim dahulu.

Taruhan online – Jalan Jauh dalam David Moyes

Category : 338A

Jalan paling panjang yang bisa ditempuh seseorang sanggup tampil bukanlah jalan pulang menumpu rumah yang dirindukan atau jalan menuju mimpi yg diidam-idamkan. Sanggup menjadi jalan dalam mengedit nama daripada jejuluk buruk makin panjang dan melelahkan.test1

Awalnya, David Moyes ialah pendidik yang cukup bagus. Gak luar biasa, tetapi sempurna menawan. Moyes mampu terlaksana belum sempat mengantongi trofi 1 kendati, tetapi 11 tahun menangani Everton ialah maklumat yang sepadan. Tersedia kesan bahwa Moyes dapat menjaga kemantapan satu buah skuad, kendati pun itu cuma berkutat di papan tengah sepanjang lebih daripada 1 dekade.

Kesetimbangan ini jugalah yg sebagai dalih Manchester United menunjuknya tampil manajer anyar pada 2013. Terbiasa ditangani 1 manajer sepanjang lebih dari dua dekade membuat United memberi Moyes perjanjian enam tahun. Mereka berharap Moyes mampu membikin suatu club baru lewat suatu proses. Tapi, begitu sederet hasil kurang memuaskan didapat oleh United, tdk ada lagi yang namanya proses.

Hasil di tempat siap menjadi sekutil ditolerir andai saja tontonan United menjanjikan. Namun, udah meraih kinerja kurang menuntungkan, tontonan United pada tangan Moyes juga terbilang sama. Alih-alih jadi team yang main menyerang, United sekiranya tampil pasukan yang bermain rigid bin berhati-hati.

Daripada enam tahun komitmen yang diterimanya, Moyes cuma sanggup menjalani 10 bulan di antaranya. Kepastian United tidak berhasil melaju di Liga Champions musim 2014/2015 membuatnya dipecat.

Juni 2014, di bawah langit cerah Miami, Moyes muncul dgn setelan santai. Dia lumayan menyaksikan duel pertemanan Inggris vs Ekuador tatkala itu & hidup terlihat baik-baik saja buatnya.

Begitu dia didepak daripada United 2 bulan sebelumnya, Moyes langsung memutuskan untuk hilang menjauh. Dia menuntun si istri, Pamela, berangkat berlibur jauh ke selatan sampai dengan ke Florida utk menikmati situasi tepi laut. Sesekali, dia juga tampak main golf dengan kolega-koleganya. Moyes seolah-olah merintis hidup tenang, jauh dari ingar-bingar tindasan selama 10 bulan sebelumnya.

Bahwa Everton sepeninggal dirinya malah menjadi kian baik juga pendukung United rela-rela saja dia pergi, membuat Moyes jadi sedikit terbengkalai. Kalaupun diingat, dia bakal makin diidentikkan di kekalahan United ketimbang di dalam masa 11 tahunnya di Everton. Sebab nilai setitik dalam klub besar, rusaklah susu sebelanga. Moyes meraih stigma negatif & jejuluk “manajer buruk” yang mau tidak mau harus dia hilangkan.

Masa di mana Moyes menganggur ini tidak ubahnya fragmen seorang samurai yang baru dipecat tuannya. Di keadaan gak bertuan ibarat itu, si samurai tak bertuan (ronin) kemudaratan tujuan –dalam hal ini melayani tuannya– &, di kelanjutannya, arti atas hidupnya.

Diceritakan bagaimana ke-47 orang2 samurai kehilangan tumpuan saat si tuan dibunuh. Tujuan mereka setelah itu, di dalam akhirnya, yakni menangkis dendam si tuan. Tatkala dendam tersebut terbayarkan, serta artinya tujuan mereka tercapai, ke-47 ronin tadi hasilnya sama-sama mengerjakan seppuku.

Dalam cerpen Rashomon yang ditulis sama Ryunosuke Akutagawa, diceritakan apa cara seorang Genin (diterjemahkan ke di bahasa Indonesia selaku Samurai Kelas Bawah) gelisah tak kepalang. Tak apa-apa, dia baru saja dipecat oleh tuannya sejumlah hari sebelumnya.

Alih-alih gelisah, Genin tadinya memilih berteduh di bawah gerbang satu kuil seraya termangu melihat menyelidiki. Sambil mengopek-ngopek jerawat pada pipi kanannya, sang Genin duduk rileks kalem juga memikirkan gimana nasibnya esok hari. Preferensi di benaknya terus-menerus terselip satu: diam dan kemudian mati kelaparan.

Bandar bola – Brendan Rodgers: Football Pintar ataupun Hanya Beruntung?

Category : 338A

Masih ingat plakat yg selalu dibawa fan lawan ketika Manchester United bertanding musim lalu? Dgn foto David Moyes besar-besar, ditulislah frase “Football Genius” di sebelahnya. Sayangnya, itu sedikit pun bukan pujian untuk eks manajer Everton tersebut.test1

“Football genius” alias jenius sepakbola yang dilekatkan di dalam Moyes lebih ialah sindiran akibat hasil-hasil buruk yang diperoleh United sepeninggal Gaib Alex Ferguson. Runtuhnya cengkaman Red Devils pada bawah asuhan Moyes di musim 2013/14 refleks aja ditimpakan pada laki-laki Skotlandia ini.

Musim ini, terdapat 1 orang yang berpotensi dilabeli panggilan itu. Siapa dia? Manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Alasannya, The Reds selagi ini selagi hancur pada liga & pula Liga Champion. Dr total 13 rivalitas dalam dua ajang itu, Steven Gerrard telah menerima tujuh kegagalan juga 2 kesempatan imbang.

Perolehan tersebut memantul 180 derajat dr pencapaian musim silam di mana Liverpool nyaris menjuarai Premier League pra berakhir di status runner-up. Sedangkan Rodgers merampungkan upah sejumlah 130 juta pound lebih pada bursa transfer. Duit sejumlah ini berubah struktur di dalam rupa sembilan pemain baru Liverpool, dgn 1 di antaranya dipinjamkan balik ke skuad pusat.

Merampungkan uang banyak & terseok-seok pada papan klasemen, Rodgers serta-merta dijadikan bahan olok-olok. Masalahnya musim dahulu mulutnya pernah nyinyir mengkritik Tottenham Hotspur yg menguras lebih atas 100 juta pound namun demikian susah payah meraih tiket ke Europa League.

“Dengan upah belanja lebih dr 100 juta pound, 1 buah kru sepatutnya bertempur di jalur perebutan juara, ” demikian celoteh Rodgers akan halnya Spurs ketika tersebut. Kata-kata yang saat ini memantul kepadanya.

Pekan ke 2 saja Liverpool telah menelan kekalahan. Namun demikian lawan yang dihadapi saat itu, Manchester City, yaitu juara bertahan sekalian diperkuat pemain-pemain mahal, dengan demikian kegagalan pada Etihad Stadium dapat dimaklumi. Tapi demikian Aston Villa, West Ham United dan terakhir Newcastle United dapat menginjak-injak The Reds, bertambah transparan terlihat kalau Rodgers berhadapan masalah.

Blunder Transfer

Orang2 dgn enteng menyatukan melorotnya penampilan Liverpool musim itu dgn penjualan Luis Suarez. Bukan kebetulan pula kalau menterengnya penampilan Liverpool musim lalu didominasi sama kelakuan El Pistolero. Torehan 31 gol plus sederet assist & kenang-kenangan hukuman yg disebabkan sama akselerasinya menolong Liverpool membuat 101 gol musim yg lalu.

Hengkangnya Suarez ke Barcelona bermakna Liverpool kekeringan tokoh yang berandil mengenai setidaknya sepertiga gol musim dahulu. Namun, menghubungkan melorotnya intensitas Liverpool musim ini semata-mata di hilangnya Suarez tentu aja terlalu mengentengkan masalah. Persoalannya makin dari itu

Ya, penjualan Suarez yakni kehilangan besar untuk Liverpool. Namun, Suarez menghasilkan kas skuad terisi dana segar sejumlah 70 juta pound yg mampu diterapkan Rodgers buat memperkuat regu. Disisipkan penggawa lama serta sejumlah tokoh muda yang dijual murah, Rodgers punya semangat dana banyak sekali untuk belanja tokoh di perniagaan transfer.

Di sinilah letak blunder pertama Rodgers di musim 2014/15. Tatkala membeli di musim panas silam, Rodgers makin menekankan pada stok pemain demi kedalaman regu ketimbang menyumbat kepergian Suarez. Sungguh mengherankan tatkala perniagaan transfer telah hampir habis, tak ada satu striker top pun yg didatangkan ke Anfield. Hingga dengan hasilnya Mario Balotelli singgah

Game online bola kaki – Ilmu sejarah oleh Trivia Piala AFF: Macan yg Mengaum dari Tenggara

Category : 338A

Piala AFF sewajarnya lahir pada masa yg gak demi menggembirakan. Gak lambat selesai kelahirannya, resesi ekonomi menjalar ke mana-mana, ke segala negara, tergolong Asia Tenggara. Belum lagi getaran politik yg melanda sejumlah negeri, turut mengganggu kelanjutan duel tertinggi di Asia Tenggara tersebut.test1

Faktanya, usikan tersebut gak berpengaruh banyak. Piala AFF-lah yg lalu kemudian memerankan tonggak berkembang serta meratanya mutu sepakbola dalam Asia Tenggara.

Saat pertama kali muncul, Thailand & Singapura terlihat kuat. Mereka berputar menarik kondisi puncak. Di pembukaan penyelenggaraannya, memiliki jurang kualitas yg sungguh amat lebar antar negeri. Kekuatan sepakbola momen itu masih ada di tangan Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, juga Indonesia. Sementara itu, negara sebagaimana Filipina & Brunei Darussalam sedang acap menjadi bulan-bulanan rival.

Perlahan negara2 dalam Asia Tenggara start melaksanakan penyesuaian. Terjumpa peningkatan mutu dengan bervariasi cara, mulai dr naturalisasi pemain sampai penerapan kompetisi berjenjang yg dikelola dengan sungguh-sungguh. Sekarang, lawan telah menerka Filipina serta Myanmar guna calon juara.

Piala AFF digelar dua tahun sekali. Ini yang menghasilkan pembinaan di negeri-negeri Asia Tenggara seolah tak sempat habis. Tahun ini berlatih, tahun depan bertumbuk supaya mimpi mampu acap diraih.

Sepakbola ibarat magnet yg punya hasil terhadap unsur di luar sepakbola. Maka, memerankan juara di arena terkenal se-Asia Tenggara dengan otomatis hendak mengangkat citra negara.

Dgn status sejajar pertarungan tertinggi, Perhimpunan Sepakbola Asia Tenggara, AFF, kendati menghasilkan regulasi baru. Spesial di dalam cabang sports sepakbola di SEA Games, tiap negara hanya larat mengimbuhkan tokoh dengan usia di pangkal 23 tahun. Hukum ini sejalan dgn apa yang diterapkan pada Olimpiade serta Asian Games.

Tatanan tersebut mempunyai dampak substansial buat negeri yang betul-betul melaksanakan pembinaan usia dini. Setiap tokoh muda diuji dalam SEA Games. Peran Sea Games sebagai berarti sejajar ujian mula-mula sekaligus arena memajukan kemahiran bertumbuk tokoh muda di level internasional. Tumpuan alhasil wajar saja bermuara di Piala AFF. Prestasi tinggi di level ini menciptakan mimpi tidak lagi setaraf ilusi, tapi merealisasikannya sampai benar2 tercipta.

Soal cengkeraman hasil serta format pertandingan, Piala AFF mungkin dibagi pada dalam 2 era. Uniknya, era itu terdapat sangkut pautnya dengan sponsor yg punya hak penerapan nama resmi pertarungan.

Piala AFF lahir di 1996 dengan nama “Piala Tiger” maupun “Tiger Cup”. Unsur ini tak lain sebab sponsor persaingan itu yakni produser bir bermerek “Tiger” sumber Singapura. Momen itu, tujuan sepakbola di Asia Tenggara tetap bergumul di Thailand serta Singapura. Thailand dikenal punya potensi pemain berbakat, sementara Singapura begitu benar-benar mengundang iklim sepakbola.

Negeri lain sebagaimana Indonesia, begitu berniat buat mendekatkan gelar internasionalnya. Dalam level senior, timnas Indonesia terakhir kali juara pada SEA Games 1991 yang dihelat dalam Jakarta. Sebab SEA Games gak lagi memerankan pertandingan tertinggi, oleh karena itu semua pelaksanaan sepakbola terfokus pada Piala AFF serta Piala Asia.

Tersedia 1 buah optimisme saat tersebut ketika PSSI mencair pertandingan Perserikatan & Galatama pada 1994. Peleburan itu menggabungkan kesebelasan – pemain yang berdasar pada tradisional kuat berdasar pada penampilan dan ilmu sejarah, dengan skuad profesional yang gak dibiayai APBD. Iklim kompeten kendati start berasa dalam Liga Indonesia kala itu.

Selain itu, PSSI memiliki program jangka lama dgn menyampaikan bibit muda di luar negeri guna menjemput ilmu. Benar-benar, gak seluruh berhasil, akan tetapi sebagian di antara mereka sebagai kunci timnas Indonesia dalam Piala AFF tahun 2000 juga 2002.

Website judi online – Prancis Tundukan Swedia 1-0

Category : 338A

Prancis mengontrol Swedia di perkelahian friendly pada Stade Velodrome. Tapi gara-gara gaya oke kiper Swedia Andreas Isaksson, Prancis harus menunggu sampai dengan menit ke-84 bagi memastikan kemenangan 1-0 lewat gol dr Raphael Varane.test1

Menyuguhkan Swedia, Rabu (19/11/2014) subuh WIB, Prancis menciptakan kesempatan saat laga menganeksasi menit ke-11 dengan perantara operan dr Paul Pogba yang disambut sepak Layvin Kurzawa, walaupun bola belum akurat ke bahan. Enam menit setelah itu tembakan Pogba juga sedang melambung daripada gawang Swedia.

Prancis merebut kesempatan emas untuk unggul dalam menit ke-36 begitu Andre-Pierre Gignac melepaskan operan ke arah Antoine Griezmann di kotak sanksi Albania. Walau demikian perundingan akhir kurang sip daripada Griezmann memproduksi kiper Andrea Isaksson masih mampu mengendalikan bola.

Dua menit selepas tersebut Swedia balik mampu bernafas lega selesai serangan Prancis balik gak berhasil gol. Berasal dari sasaran silang Dimitri Payet yg gagal diantisipasi Isaksson, bek Emil Krafth dan kemudian coba mengenyahkan bola sekalipun si kulit bundar sekiranya menuju ke gawagnya sendiri. Beruntung bagi Krafth dan Swedia, arahnya masih belum betul-betul pas dan sedang melebar.

Swedia kemudian menghasilkan Prancis tersentak 4 menit sebelum diturunkan minum. Lewat aksinya Isaac Kiese Thelin dapat menyepak bola pada arah gawang Prancis, menghasilkan kiper Steve Mandanda kudu melakukan penyelamatan dalam dasar mistar gawang tuan rumah.

Empat menit di mula sesi ke-2 Isaksson kembali mengayomi gawang Swedia. Kesempatan ini dari usaha Gignac yang menyampaikan operan daripada Dimitri Payet. Isaksson terus-terusan diuji, di antaranya dalam menit ke-60 dgn menghalangi bola tembakan Griezmann dan kemudian menolak bola tembakan tokoh substitusi Prancis Moussa Sissoko di menit ke-79.

Tapi gawang Isaksson hasilnya jebol pula detik perkelahian menyisihkan enam menit pada waktu normal. Dr sebuah sepak pojok, kiriman bola Griezmann makbul disambut Raphael Varane di tiang dekat utk menaklukkan Isaksson yg periode ini harus mengutip bola atas dalam gawangnya

Semenit selesai tersebut Prancis mendapat kesempatan emas buat menambah keberhasilan selesai wasit menunjuk titik putih akibat handball dari Oscar Wendt. Karim Benzema dulu maju guna menjadi algojo… walau tengah tidak berhasil menyudahi tugasnya setelah mengirim bola mengangkasa daripada target. Gak tersedia lagi gol yang tercipta di sisa waktu.

Hasil itu memproduksi Prancis sudah menanjak tidak terkalahkan pada enam laga berulang-ulang setelah Piala Dunia, di mana 4 di antaranya mampu dimenangi–melawan tim-tim unggul menyerupai Spanyol serta Portugal.

Pada perkelahian periode tersebut Les Bleus dicatat ESPN tampak kuat atas Swedia. Selain menang penguasaan bola 64%-36%, Prancis pula mengabadikan enam tembakan jelas bidikan daripada 28 percobaan, berbeda dengan Swedia memproduksi lima tembakan aja di mana cuma 2 di antaranya yg menentang di target.

Susunan Pemain

Prancis: Pogba, Guilavogui ; Valbuena (Lacazette 68′), Payet (Sissoko 61′), Mandanda; Sagna, Mangala, Varane, Kurzawa (Digne 78′); Griezmann; Gignac (Benzema 68′).

Swedia: Isaksson; Larsson, Kallstrom (Forsberg 46′), Kacaniklic (Forsberg 86′); Krafth, Jansson, Granqvist (Durmaz 46′), Bengtsson (Olsson 46′); Bahoui, Thelin, Zengin (Hrgota 67′).

Bola tangkas gratis – Instinct Hunt: Selebrasi Dua Dekade Predator

Category : 338A

Udah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas memelopori seri Predator; salahsatu sepatu yang tampil tonggak berarti di dalam teknologi sepatu sepakbola, kendati satu yg terpopuler dalam jagat lapangan hijau. Adidas menutup petunjuk dua dekade predator dgn memelopori anak teranyar: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak dapat dipungkiri, merupakan salahsatu titik berarti di kemajuan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya memang terhitung rada biasa, tapi berdasar pada teknologi sepatu tersebut dapat dibilang sepatu tercanggih saat mula-mula kali diluncurkan.

Prosesi Predator dimulai oleh seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Tamat pensiun, Johnston yg mengulurkan ‘Si Merah’ mengait lima gelar Liga Inggris kembali pada tanah kelahiran orang2 tuanya, yaitu Australia. Di sana, dia menghabiskan saat dalam mengatur anak-anak.

Kabarnya dalam satu bagian latihan, Johnston sempat meminta budak asuhnya dalam menendang bola dengan bertambah baik, makin terorganisasi, serta bertenaga. Akan tetapi anak-anak tersebut kesulitan, lalu bersuara dalam Johnston bahwa sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain soalnya sepatu yg dikenakan anak-anak itu berasal dari kulit plus kriteria ketika tersebut sedang hujan.

Jangka itulah Johnston miliki ide guna memungut 1 buah bat pingpong, menjemput struktur karetnya, juga menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya ini setelah itu segera diboyong keluar juga dicoba guna menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet pada sepatu membuatnya semakin mudah mengeloskan kekuatan khusus kala mendepak bola, dan tentu aja sepatunya saat ini mampu kian ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton lalu mengembangkan ide lebih jauh, mengombinasikan karet dgn kulit kanguru yang ringan & fleksibel. Belakangan Johnston juga menambahkan ide lainnya mengenai teknologi sol Traxion yang sampai masa ini digunakan Adidas.

Walaupun demikian, sepatu prototipe Johnston awalnya tak diterima oleh sejumlah perusahaan bagaikan Nike juga Reebok, terlebih lagi Adidas sendiri. Tetapi, setelah berhasil mencetak Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, juga Paul Breitner memakai sepatunya untuk kondisi salju, Johnston berhasil meyakinkan Adidas dalam membeli hak design prototipe itu serta memperoleh 2% daripada seluruh penjualan. Disebut-sebut perlu tempo sampai lima tahun guna meyakinkan kalau idenya bakal berjaya.

Semenjak tatkala itu, sepatu prototipe Johnston beralih menjadi Predator juga memerankan sesi dari histori sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dgn berbagai pengembangan yang dijalani oleh Adidas. Terekam setidaknya ada 14 seri predator yg lahir berikutnya.

Menyusul sukses kemunculan sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir pada 1995. Adidas menggalang kembali susunan karet pada sepatu juga lebih banyak menempatkan kulit kanguru demi kepuasan. Tahun selanjutnya lahirlah Predator Touch. Lantas berulang-ulang Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), & yg terakhir yakni seri Predator Instinct (2014)

Sbo ibc – \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’Instinct Hunt\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\’: Perayaan 2 Dekade Predator

Category : 338A

Sudah 20 tahun semenjak pertama kali Adidas meluncurkan seri Predator; salah satu sepatu yang terlaksana tonggak krusial untuk teknologi sepatu sepakbola, pun satu yg terpopuler di jagat lapangan hijau. Adidas menutup teguran dua dekade predator dgn mengeluarkan anak terbaru: Pemangsa Instinct Hunt.test1

Predator, tidak mampu dipungkiri, merupakan salah satu titik bermanfaat pada perkembangan teknologi sepatu sepakbola. Desainnya benar-benar terhitung rada sederhana, akan tetapi berdasar pada teknologi sepatu tersebut bisa dibilang sepatu tercanggih saat pertama kali diluncurkan.

Perjalanan Predator dimulai sama seorang mantan pemain Liverpool, Craig Johnston. Tamat purna bakti, Johnston yang mengantarkan ‘Si Merah’ memikat lima gelar Liga Inggris kembali ke tanah kelahiran orang-orang tuanya, yakni Australia. Di sana, dia menghabiskan waktu untuk mengatur anak-anak.

Kabarnya pada satu bagian kursus, Johnston sempat memohon budak asuhnya bagi menendang bola dgn lebih baik, lebih terkendali, & energik. Tetapi anak-anak tersebut kerumitan, kemudian berkata dalam Johnston jika sepatunya terlalu licin. Sebabnya tidak lain karena sepatu yang digunakan anak-anak ini dibentuk atas kulit plus keadaan saat tersebut sedang hujan.

Selagi itulah Johnston miliki ide buat menjemput sebuah bat pingpong, mengambil permukaan karetnya, & menempelkannya di sepatunya. Sepatu eksperimennya itu lantas segera diboyong menongol & dicoba bagi menendang bola. Hasilnya? Voila! Karet di dalam sepatu membuatnya bertambah ringan menyampaikan kekuatan khusus kala menyepak bola, dan tentu aja sepatunya masa ini mampu lebih ‘menggigit’ bola.

Dr sepatu prototipenya itulah Johsnton setelah itu menyebarkan ide kian jauh, menggabungkan karet dengan kulit kanguru yang ringan oleh fleksibel. Belakangan Johnston juga menginvestasikan ide lain mengenai teknologi sol Traxion yang sampai kini digunakan Adidas.

Meskipun demikian, sepatu prototipe Johnston mulanya tak diterima oleh sekitar industri bagaikan Nike dan Reebok, terutama Adidas seorang diri. Tapi, setelah sukses merekam Franz Beckenbauer, Karl-Heinz Rummenigge, dan Paul Breitner mempergunakan sepatunya dalam kriteria salju, Johnston sukses meyakinkan Adidas bagi membeli hak desain prototipe ini serta mendapatkan 2% dr segenap penjualan. Disebut-sebut perlu waktu sampai lima tahun bagi memastikan kalau idenya hendak sukses.

Semenjak kala ini, sepatu prototipe Johnston meloncat jadi Predator serta sebagai unit atas cerita sepakbola. Predator kendati langsung berevolusi dgn bervariasi pengembangan yg dilakukan sama Adidas. Tercatat setidaknya terdapat 14 seri predator yang lahir berikutnya.

Menyusul berjaya kelahiran sang ‘kakak sulung’, Predator Rapier lahir di 1995. Adidas mengundang balik kerangka karet di sepatu serta semakin banyak menghasilkan kulit kanguru demi kepuasan. Tahun berikutnya lahirlah Predator Touch. Lalu kemudian berderet-deret Predator Accelerator (1998), Predator Presicion (2000), Predator Mania (2002), Predator Pulse (2004), Predator Absolute (2006), Predator PowerSwerve (2007), Predator X (2009), Predator RX (2010), Adipower Predator (2011), Predator LZ (2012), serta yg terakhir ialah seri Predator Instinct (2014)

Situs Online Judi – Belanda Tumbangkan Latvia Enam Gol Tanpa Balas

Category : 338A

Belanda mempreteli tiga angka untuk kelompok keempatnya di kualfikasi Piala Eropa 2016. Menyervis Latvia, Belanda berpesta setengah lusin gol dgn kemenangan total 6-0.test1

Pada Amsterdam Arena, Senin (17/11/2014) dinihari WIB, Robin van Persie mengawali acara gol Belanda untuk Latvia di menit ke-6. Arjen Robben menaikkan keberhasilan tuan rumah di menit ke-35, sebelum Klaas-Jan Huntelaar membuat Oranje menganeksasi paruh waktu dgn keunggulan 3-0.

Pada sesi kedua, tepatnya menit ke-78, Jeffrey Bruma menambah keberhasilan Belanda. Robben, yg terlihat meriah sejauh laga, lalu menggelar gol keduanya dalam menit ke-82, sebelum Huntelaar menutup perjamuan gol Belanda dua menit saat berakhirnya tempo normal.

Perolehan itu mengakhiri susunan 2 kegagalan berturut-turut Belanda yg pra tersebut kalah 0-2 dari Islandia di partai kualifikasi juga setelah itu 2-3 daripada Meksiko pada partai friendly.

Impak ini memproduksi Belanda sekarang mengoleksi enam nilai dari empat pertarungan, guna duduk di status tiga klasemen Grup A dalam pangkal Republik Ceko oleh Islandia yang sama-sama memiliki 9 poin dan baru 3 kali bermain–keduanya juga akan bersomplokan subuh ini.

Sementara Latvia membungkam dalam posisi 4 dengan raihan dua poin kinerja dari 2 kesempatan sama mata & 2 kali kalah.

Robin van Persie langsung membuat Belanda memimpin saat laga baru melintas enam menit. Satu buah sodoran umpan silang dr Arjen Robben dengan jitu disambut tandukan Van Persie ke arah tiang jauh.

Enam menit setelah itu Robben balik merongrong kelompok pertahanan Latvia. Ia makbul menelan celah serta menembak, walau bola belum tertuju ke sisi incaran.

Bisnis Latvia menyahut belum mendatangkan perolehan. Operan atas Aleksandrs Fertovs betul-betul dapat diteruskan Valerijs Sabala dgn sundulan, sekalipun haluan si kulit bundar tetap melenceng daripada gawang Belanda.

Gol ke 2 di dalam kompetisi kemudian lahir di menit ke-35, kembali guna belanda, dan dr kombinasi yang serupa semacam gol sebelumnya kendati dengan keikutsertaan yg bertentangan. Robben menghalangi bola di kanan juga lalu kemudian bekerja sama satu-dua dgn Van Persie sebelum mencopot sepakan jitu yg gak kuasa dihalau kiper Aleksandrs Kolinko.

Sebelum waktu diturunkan minum Belanda balik menaikkan keunggulannya bagi Latvia. Dr sisi kiri Ibrahim Afellay mengoper bola ke depan gawang, utk disambut Klaas-Jan Huntelaar dgn sontekan hati-hati walau ada di dasar bimbingan pemain lawan.

Keunggulan Belanda terkini kembali bertambah momen pertentangan mengambil menit ke-78. Van Persie kembali berkontribusi kesempatan ini dengan mengirimkan sepak sudut Wesley Sneijder dalam lalu disambar Jeffrey Bruma guna menciptakan gol keempat Belanda.

Delapan menit menjelang bubaran, Georginio Wijnaldum yg baru beberapa menit merasuk mengirim Van Persie mengeloskan bola ke arah Robben yang lalu kemudian sekali lagi memampangkan kiprah individunya sebelum memaksa kiper Kolinko mengakui bola dr di gawangnya untuk periode kelima pada perjuangan.

Online judi – Italia vs Kroasia Usai Draw

Category : 338A

Italia pernah unggul terlebih dulu bagi Kroasia lewat Antonio Candreva. Tapi keberhasilan gak bertahan lama yang mana Ivan Perisic mendirikan gol penyama posisi. Kedua team pun berbagi 1 angka dgn skor 1-1.test1

Kompetisi Kualifikasi Piala Eropa 2016 yg beredar di San Siro, Senin (17/11/2014) subuh WIB itu berproses terbuka. Kroasia semenjak pembukaan merealisasi pressing ketat terhadap tuan rumah, sementara Italia mencoba, melaksanakan terjangan gesit lewat ke 2 sayap.

Italia sanggup handal bertambah dahulu melalui sepak Candreva di menit ke-11. Akan tetapi keberhasilan Gli Azzurri gak bertahan lama sehabis Perisic menyepadankan posisi dalam menit ke-15.

Pada putaran ke-2, Kroasia bertambah keras & makin dominan di penguasaan bola. Sementara Italia sanggup menggebuk melalui hantaman balik tangkas. Hanya saja ke 2 kesebelasan tak berjaya mendirikan gol tambahan hingga rivalitas selesai.

Pertengkaran itu pernah dihentikan lebih kurang 10 menit saat mencengkeram menit ke-72. Tadinya kembang api menghujani lapangan, gak lama lewat keributan terkabul di tribun front pendukung Kroasia. Setelah keadaan kembali kondusif, wasit ambil keputusan lanjutkan pertandingan.

Dgn perolehan seri itu, Kroasia serta Italia sedang menunggangi status satu-dua Grup H secara berurutan dgn sama-sama mengoleksi nilai 10 atas empat laga. Di simpulan keduanya yaitu Norwegia dengan sembilan angka, yg di pertengkaran lain menang tipis 1-0 kepada Azerbaijan.

Sementara itu Bulgaria main imbang 1-1 kontra Malta. Secara habis-habisan Bulgaria (3 poin), Malta (0), Azerbaijan (0) menyudahi stan jabatan 4-6

Ivan Rakitic melepaskan depakan keras dr luar kotak penalti pada menit ke-6. Namu Gianluigi Buffon beserta sigap menghalangi. Tiga menit bersela, giliran Luka Modric mengerjakan percobaan, juga kandas di tangan Buffon.

Lebih dulu terjepit, Italia tambahan pula mengambil keberhasilan di menit ke-11. Berasal dr aksi Simone Zaza di dalam tempat penalti. Selesai tembakannya diblok bek, bola cermin yg balik di dalam penguasaan Zaza lantas disodorkan pada Antonio Candreva dalam depan kotak sanksi.

Candreva lewat mengarahkan tembakan keras ke pojok kiri gawang dan tak bisa dihentikan Danijel Subasic.

Namun demikian keunggulan ini gak bertahan lama. 4 menit lalu kemudian, Kroasia menyamakan tingkat. Ivan Perisic melaksanakan tusukan di sisi kiri serta berlari ke tengah.

Aksinya diakhiri tembakan mendatar yang sebenarnya mengarah akurat ke Buffon. Namun perkiraan sang kiper kurang baik oleh karena itu bola melewatinya & masuk ke gawang.

Italia mencebloskan 1 buah kesempatan bagus pada menit ke-34. Via gempuran segera, Roberto Soriano melepaskan sasaran silang dr kanan menentang ke Mattia De Sciglio yang gak terkawal dalam deket tiang jauh. De Sciglio mengetes menerima bola dengan terjangan voli, tetapi menyimpang.